Sri Sultan Hamengkubuwana X

Sri Sultan Hamengkubuwana X

Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sri Sultan Hamengkubuwana X adalah raja Kasultanan Yogyakarta sejak tahun 1989 dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1998.

Silsilah

Anak tertua dari Sultan Hamengkubuwana IX dan istri keduanya, RA Siti Kustina/BRA Widyaningrum/KRA Widyaningrum/RAy Adipati Anum

Menikah dengan Tatiek Drajad Suprihastuti/BRA Mangkubumi/GKR Hemas, putri dari Kolonel Radin Subanadigda Sastrapranata, pada tahun 1968.

Memiliki saudara antara lain GBPH Joyokusumo, GBPH Prabukusumo, GBPH Yudaningrat

Memiliki lima orang putri:

GRA Nurmalita Sari/GKR Pembayun
GRA Nurmagupita/GKR Condrokirono
GRA Nurkamnari Dewi /GKR Maduretno
GRA Nurabra Juwita
GRA Nurastuti Vijareni

Masa kecil dan pendidikan

Hamengkubuwono X lahir dengan nama BRM Herjuno Darpito. Setelah dewasa bergelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram. Hamengkubuwono X adalah seorang lulusan Fakultas Hukum UGM.

Penobatan

Penobatan Hamengkubuwono X sebagai raja dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 1989 (Selasa Wage 19 Rajab 1921) dengan gelar resmi Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa.

Kegiatan organisasi

Hamengkubuwono X aktif dalam berbagai organisasi dan pernah memegang berbagai jabatan diantaranya adalah ketua umum Kadinda DIY, ketua DPD Golkar DIY, ketua KONI DIY, Dirut PT Punokawan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, Presiden Komisaris PG Madukismo, dan pada bulan Juli 1996 diangkat sebagai Ketua Tim Ahli Gubernur DIY. Pada 2010, bersama dengan Surya Paloh, Sri Sultan Hamengkubuwono X mencetuskan pendirian Nasional Demokrat.

Menjadi Gubernur DIY

Setelah Paku Alam VIII wafat, dan melalui beberapa perdebatan, pada 1998 beliau ditetapkan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dengan masa jabatan 1998-2003. Dalam masa jabatan ini Hamengkubuwono X tidak didampingi Wakil Gubernur. Pada tahun 2003 beliau ditetapkan lagi, setelah terjadi beberapa pro-kontra, sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk masa jabatan 2003-2008. Kali ini beliau didampingi Wakil Gubernur yaitu Paku Alam IX.

Mengundurkan diri sebagai gubernur

Pada peringatan hari ulang tahunnya yang ke-61 di Pagelaran Keraton 7 April 2007, ia menegaskan tekadnya untuk tidak lagi menjabat setelah periode jabatannya 2003-2008 berakhir. Dalam pisowanan agung yang dihadiri sekitar 40.000 warga, ia mengaku akan mulai berkiprah di kancah nasional. Ia akan menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Perseteruan Penetapan DIY

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyikapi soal putusan pemerintah bahwa kepala Daerah Istimewa Yogyakarta harus dipilih langsung oleh rakyat. Putusan itu tertuang pada Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUUK DIY) yang akan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat RI.
Sri Sultan Hamengku Buwono X optimis bahwa DPR bersama pemerintah segera mengesahkan. Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyebutkan bahwa agenda pembahasan RUUK DIY ini telah dijadwalkan sebanyak 6 kali pembahasan di Panitia Kerja (Panja) DPR.

Sultan juga mengakui selama ini masih terjadi silang pendapat antara pemerintah dengan DPR, khususnya mengenai jabatan Gubernur. Pemerintah masih mengusulkan pengisian jabatan Gubernur DIY dilakukan dengan pemilihan, sementara mayoritas fraksi di DPR sepakat dengan penetapan.

Untuk menjembatani perbedaan dan tarik ulur antara pemerintah dengan DPR mengenai pengisian jabatan gubernur ini, maka konsep Pararadya telah diganti dengan konsep Majelis Wali Negari. Konsep pararadya diketuai oleh Sultan dan Paku Alam, sedangkan konsep Majelis Wali Nagari diketuai perwakilan Keraton, Pakualaman, lembaga pendidikan, ulama, dan tokoh masyarakat di DIY. Usulan perubahan konsep Pararadya ke majelis wali negari itu, lanjut Ngarsa Dalem, panggilan akrab Sri Sultan Hamengku Buwono X, sudah disampaikan kepada DPR RI dan pemerintah. Untuk itu, warga tidak perlu panik tungu aja hingga RUUK DIY disyahkan

Sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya

Supported By :

 

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

 Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com  http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

       

     

    Copyright 2010. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Tokoh Indonesia dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s