Murid SD Bicara Kotor, Lidahnya Digunting Guru

Kekerasan terhadap anak sekolah kembali terjadi. Saat ini pelakunya justru adalah guru sekolahnya sendiri. Hal terjadi ketika guru SD berinisial ED tersebut bertindak sadis dengan memotong sebagian lidah muridnya karena dianggap berbicara kotor. Kejadian kekerasan tersebut berlangsung di sekolah SD daerah Bantaeng Sulawesi Selatan.

Setelah peristiwa itu si murid merasa kesakitan bila makan dan minum. Orang tuanyapun segera melaporkannya ke polisi setempat. Saat polisi memanggil ED, sang guru wanita yang sadis itu serta merta dibantahnya. ED mengatakan tidak melajukan hal itu. Luka dimulut terjadi akibat kegiatan sikat gigi masala di kelasnya. Tetapi sialnya teman kelas lain membenarkan tindakan sang guru. Guru tersebut akan terus diperiksa oleh polisi akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab itu.

Kekerasan terhadap anak

Kekerasan pada anak sebagian besar sering dilakukan justru oleh orang terdekat. Orang terdekat yang sering melakukan kekerasan pada anak diantaranya dilakukan oleh orangtua, pengasuh atau guru. Pada umumnya emosi dan kekerasan yang dilakukan manusia yang tidak berperikemanusiaan itu selalu melakukan aksinya berlindung dibalik alasan untuk mendidik disiplin anak.

Kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak. Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan penganiayaan anak sebagai setiap tindakan atau serangkaian tindakan wali atau kelalaian oleh orang tua atau pengasuh lainnya yang dihasilkan dapat membahayakan, atau berpotensi bahaya, atau memberikan ancaman yang berbahaya kepada anak. Sebagian besar terjadi kekerasan terhadap anak di rumah anak itu sendiri dengan jumlah yang lebih kecil terjadi di sekolah, di lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak: pengabaian, kekerasan fisik, pelecehan emosional/psikologis, dan pelecehan seksual anak.

Yurisdiksi yang berbeda telah mengembangkan definisi mereka sendiri tentang apa yang merupakan pelecehan anak untuk tujuan melepaskan anak dari keluarganya dan/atau penuntutan terhadap suatu tuntutan pidana. Menurut Journal of Child Abuse and Neglect, penganiayaan terhadap anak adalah “setiap tindakan terbaru atau kegagalan untuk bertindak pada bagian dari orang tua atau pengasuh yang menyebabkan kematian, kerusakan fisik serius atau emosional yang membahayakan, pelecehan seksual atau eksploitasi, tindakan atau kegagalan tindakan yang menyajikan risiko besar akan bahaya yang serius”. Seseorang yang merasa perlu untuk melakukan kekerasan terhadap anak atau mengabaikan anak sekarang mungkin dapat digambarkan sebagai “pedopath”. SAVE OUR CHILDREN

The Children Indonesia Abuse : Kumpulan Artikel Kekerasan Anak – Peduli Anak Indonesia

Supported By :

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher  “PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.  Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646 email : judarwanto@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved

 

Tulisan ini dipublikasikan di berita anak, Berita Terkini, Peduli Anak dan tag , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s